Maaf

Ibunda dan Ayahanda maafkan apabila adinda belum bisa membahagiakan kalian , maafkan apabila adinda masih saja berulah terhadap kalian , maafkan adinda belum bisa menjadi anak yang berguna bagi kalian , maafkan apabila adinda masih saja sering menyusahkan kalian , maafkan apabila adinda masih juga belum mengerti keluh kesah kalian , maafkan apabila adinda masih belum bisa menyeka keringat kalian , maafkan apabila adinda masih menjadi beban kalian , maafkan apabila adinda belum bisa menjadi putri kebanggaan kalian , maafkan apabila adinda masih saja ingin di perlakukan seperti adinda pada masa kecil dulu ,maafkan adinda yang sifat dan sikap yang belum dewasa , maafkan adinda yang selalu bernada lebih tinggi apabila menjawab teguran kalian , maafkan adinda yang lupa akan mengucapkan terima kasih kepada kalian , seribu kata maaf yang terucap dari mulut ini mungkin tidak akan bisa membalas jasa kalian , namun percaya lah ibunda dan ayahanda suatu saat nanti adinda akan melakukan segala upaya untuk membalas jasa kalian selama ini walaupun itu mungkin tidak akan terbalaskan ….

Ikhlas …


 Dari dulu ilmu yang mungkin sulit untuk saya pelajari dan lakukan ialah ilmu ikhlas , terkadang  ada kala nya saya benar-benar ikhlas untuk menerima suatu keadaan tetapi tidak sepenuhnya  hanya mungkin terlihat di luar namun terpendam di dalam …  ya alloh berikanlah hamba ini kesabaran yang tiada terbatas dan berikanlah hamba ini keikhlasan yang tak terukur … agar hamba tidak menjadi orang yang kufur nikmat atas apa yang segala engkau berikan untuk hamba … 

JADI APA ?



Entah hal ini bisa di katakan terlambat atau bagaimana , tapi orang bijak mengatakan lebih baik terlambat atau tidak sama sekali . Saya masih tidak tahu arah tujuan hidup saya kemana selain hanya menunggu kembali kepada yang maha pencipta , begitu banyak hal yang ingin sekali saya lakukan , begitu banyak sekali hal yang saya ingin capai , sama seperti umum nya manusia yang ada di muka bumi ini begitu banyak hal-hal yang ada di benak pikiran saya dari A-Z  saya ingin melakukan ini dan itu , akan tetapi sial dan salah nya saya , saya selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil  seperti saya salah masuk jurusan ketika kuliah yang berujung kepada pertanyaan “sebenarnya saya mau jadi apa ?” lucu, mungkin pertanyaan itu sudah ada sejak saya masih duduk di bangku taman kanak-kanak bahkan mungkin pada jaman sekarang anak-anak kecil sudah pintar dan tahu ke depan nya mereka  ingin seperti apa , saya pun orang nya bisa di bilang rakus , saya ingin menjadi ini dan itu , dulu memang saya ingin sekali menjadi seorang psikolog atau arkeolog karena saya tipe orang yang senang mendengar dan masuk terhadap permasalahan orang lain , dan saya pun sangat menyukai hal-hal yang bersejarah tapi ketika waktu berjalan saya takut untuk mencapai cita-cita saya itu antara menjadi psikolog atau arkeolog yang berujung saya harus memiliki plan B yang sebenarnya apa yang saya inginkan , seiring waktu berjalan saya pun ingin menjadi pengusaha ketika melihat background keluarga besar saya saya yang hampir rata-rata menjadi pengusaha termasuk ibu dan ayah saya, saya berpikir menjadi seorang pengusaha itu keren bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain dan harus tidak pusing dengan perintah-perintah atasan , akan tetapi ketika memikirkan hal itu saya pun terbesit ingin menjadi seorang jurnalis atau penulis ah entahlah apa ini suatu penyakit atau apa saya tidak tahu sayapun berusaha menemukan sebenarnya yang ingin saya lakukan itu apa…. Saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri kenapa saya selalu labil dalam mengambil suatu keputusan atau tindakan , apakah saya memang belum dewasa di usia saya yang memang seharus nya sudah memikirkan sesuatu untuk ke depan nya nanti .