Ibunda dan Ayahanda maafkan apabila adinda belum bisa
membahagiakan kalian , maafkan apabila adinda masih saja berulah terhadap
kalian , maafkan adinda belum bisa menjadi anak yang berguna bagi kalian ,
maafkan apabila adinda masih saja sering menyusahkan kalian , maafkan apabila
adinda masih juga belum mengerti keluh kesah kalian , maafkan apabila adinda
masih belum bisa menyeka keringat kalian , maafkan apabila adinda masih menjadi
beban kalian , maafkan apabila adinda belum bisa menjadi putri kebanggaan
kalian , maafkan apabila adinda masih saja ingin di perlakukan seperti adinda
pada masa kecil dulu ,maafkan adinda yang sifat dan sikap yang belum dewasa ,
maafkan adinda yang selalu bernada lebih tinggi apabila menjawab teguran kalian
, maafkan adinda yang lupa akan mengucapkan terima kasih kepada kalian , seribu
kata maaf yang terucap dari mulut ini mungkin tidak akan bisa membalas jasa
kalian , namun percaya lah ibunda dan ayahanda suatu saat nanti adinda akan
melakukan segala upaya untuk membalas jasa kalian selama ini walaupun itu
mungkin tidak akan terbalaskan ….
Unknown
Unknown
Entah hal ini
bisa di katakan terlambat atau bagaimana , tapi orang bijak mengatakan lebih
baik terlambat atau tidak sama sekali . Saya masih tidak tahu arah tujuan hidup
saya kemana selain hanya menunggu kembali kepada yang maha pencipta , begitu
banyak hal yang ingin sekali saya lakukan , begitu banyak sekali hal yang saya
ingin capai , sama seperti umum nya manusia yang ada di muka bumi ini begitu
banyak hal-hal yang ada di benak pikiran saya dari A-Z saya ingin melakukan ini dan itu , akan tetapi
sial dan salah nya saya , saya selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil seperti saya salah masuk jurusan ketika kuliah
yang berujung kepada pertanyaan “sebenarnya saya mau jadi apa ?” lucu, mungkin
pertanyaan itu sudah ada sejak saya masih duduk di bangku taman kanak-kanak
bahkan mungkin pada jaman sekarang anak-anak kecil sudah pintar dan tahu ke
depan nya mereka ingin seperti apa ,
saya pun orang nya bisa di bilang rakus , saya ingin menjadi ini dan itu , dulu
memang saya ingin sekali menjadi seorang psikolog atau arkeolog karena saya
tipe orang yang senang mendengar dan masuk terhadap permasalahan orang lain ,
dan saya pun sangat menyukai hal-hal yang bersejarah tapi ketika waktu berjalan
saya takut untuk mencapai cita-cita saya itu antara menjadi psikolog atau
arkeolog yang berujung saya harus memiliki plan B yang sebenarnya apa yang saya
inginkan , seiring waktu berjalan saya pun ingin menjadi pengusaha ketika
melihat background keluarga besar saya saya yang hampir rata-rata menjadi
pengusaha termasuk ibu dan ayah saya, saya berpikir menjadi seorang pengusaha
itu keren bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain dan harus tidak
pusing dengan perintah-perintah atasan , akan tetapi ketika memikirkan hal itu
saya pun terbesit ingin menjadi seorang jurnalis atau penulis ah entahlah apa
ini suatu penyakit atau apa saya tidak tahu sayapun berusaha menemukan
sebenarnya yang ingin saya lakukan itu apa…. Saya selalu bertanya kepada diri
saya sendiri kenapa saya selalu labil dalam mengambil suatu keputusan atau
tindakan , apakah saya memang belum dewasa di usia saya yang memang seharus nya
sudah memikirkan sesuatu untuk ke depan nya nanti .
Langganan:
Postingan (Atom)